Soccer and Gambling Information

Indonesia

This content shows Simple View

Italia

Lichtsteiner menandatangani Juventus pembaharuan

Stephan Lichtsteiner telah menyetujui perpanjangan kontrak dengan Juventus yang akan membuatnya tetap di klub.

Kesepakatan sebelumnya bek kanan itu akan berakhir pada akhir musim ini, namun sekarang dia memilih untuk tetap tinggal untuk tahun tambahan.

Lichtsteiner sebelumnya muncul untuk berada di jalan keluar dari klub Turin setelah kehilangan tempat awal untuk Dani Alves, tapi ia telah berjuang kembali ke dalam rencana Massimiliano Allegri dan kini telah dihargai dengan kontrak baru.

Pemain berusia 33 tahun itu bergabung dengan Juventus dari Lazio pada Juni 2011 dan telah sejak membuat 161 penampilan di semua kompetisi untuk Nyonya Tua, mencetak 13 gol dalam proses.



Bacca itu santai selama paceklik gol, kata Montella

Carlos Bacca itu santai seluruh pencetak gol AC Milan itu, pelatih kepala Vincenzo Montella telah mengungkapkan.

Pemain internasional Kolombia itu berakhir menunggu lebih dari tiga bulan untuk tujuan dengan 88 menit pemogokan penting di San Siro, Minggu seperti Milan mengalahkan Cagliari 1-0.

Montella mengatakan Bacca tidak pernah panik selama menjalankan tandus dan sekarang ingin rekan maju M’Baye Niang, yang belum mencetak gol sejak 16 Oktober untuk melakukan hal yang sama.

“Dia selalu santai dan saya senang bahwa ia mendapat gol,” kata Montella kepada Sky Italia.

“Saya dulu seorang striker, jadi saya tahu betapa pentingnya tujuan adalah. Sekarang saya menunggu M’Baye Niang untuk mendapatkan gol karena dia adalah meningkatkan mental.



Juventus-terikat Bentancur bersemangat untuk beralih’dream’

Gelandang Boca Juniors Rodrigo Bentancur mengatakan akan “mimpi” untuk bergabung Juventus ketika transfernya diusulkan melewati di akhir musim.

Juventus ditengahi kesepakatan dengan Boca ketika Carlos Tevez kembali ke Argentina pada bulan Juli 2015, dengan klub Serie A menerima opsi pertama pada anak-anak Guido Vadala, Franco Cristaldo, Adrian Cubas dan Bentancur.

Giuseppe Marotta, CEO Juventus, dikonfirmasi pada bulan September bahwa klub akan mengambil pilihan mereka pada Bentancur 19 tahun untuk musim depan – kesepakatan yang dilaporkan menelan biaya € 10million awal, berpotensi naik menjadi € 15m.

Dan Uruguay tentu tidak khawatir tentang membuat pindah ke Turin.

“Ini sangat penting bahwa mereka telah mengambil minat pada saya,” katanya kepada Ole.



Gonzalo Higuain menjadi pemain termahal di Serie A saat ini

a.espncdn.com

soccerwires.com – Pada akhirnya transfer terpanas di Serie A Italia terjadi Gonzalo Higuain diperdagangkan oleh Napoli kepada Juventus dengan tebusan sebesar € 94 juta, Napoli memang sengaja memagar bomber Argentina milik mereka dengan bandrol yang super tinggi untuk mencegah ‘pembajakan’ di transfermarket, namun karena sudah kelewat jatuh cinta La Vecchia Signora berani menerima tantangan dengan menyetujui harga yang dipasang.

Gempar dan nama Gonzalo Higuain pun memenuhi ruang berita media-media di Italia ketika Gonzalo Higuain sebagai tulang punggungnya kekuatan Napoli sudah menjalankan proses dengan melakukan tes kesehatan di RS Moraleja di kota Madrid 22 juli 2016 guna menuju ke Turin, ini bukan lagi gossip atau issue tapi semua foto-foto aktifitas juga sudah beredar dimedia olahraga.

Bahkan dalam berita disebutkan kalau CEO Juventus Giuseppe Moratta beserta Direktur khusus olahraga Fabio Paratici meluangkan waktu untuk hadir dan melepas acara pengundian scedulle pertandingan untuk Serie A musim mendatang.

Pecah sudah rekord transfer terbaru di Serie A sepanjang sejarah yang sebelumnya disandang Hernan Crespo ketika Lazio menebusnya dari Parma dimusim kompetisi 2000 silam, ketika itu Hernan Crespo bernilai € 55 juta dan belum ada lagi selama 16 tahun terakhir transaksi ditransfer market khususnya Serie A yang dapat memecah rekord tersebut.

Bukan saja memecah rekord sebagai transaksi pemain termahal sepanjang sejarah Serie A tapi sekaligus juga dalam sejarah transfer dalam tubuh Juventus sendiri, sebelumnya Gianluigi Buffon tercatat sebagai pemain yang paling banyak menguras kantong managemen Juventus pada musim 2001 lalu, ketika itu The Old Ladys harus menyediakan € 53 juta untuk meminang Buffon dari Parma.

Sebagai seorang striker memang perform Gonzalo Higuain selama berjersey Napoli terbilang sangat menggiurkan, total bermain untuk 146 pertandingan dirinya berhasil mengantongi 91 goal, special musim barusan Gonzalo Higuain berhasil membuktikan ketajamannya dengan menghadirkan 36 goal dan menobatkan dirinya sebagai top scorer Serie A 2016.

Diusia yang tidak muda lagi Gonzalo Higuain yang sudah mengikat janji kerja dengan Juventus hingga kepenghujung musim 2020 dikabarkan akan menerima upah kerja sebesar € 7,5 juta/musim kompetisi, tentu saja pantang bagi Higuain untuk menolak tawaran rezeki nomplok yang datang kepadanya ini.

Jika di Stadium Juventus akan ada berita sukacita maka berita kebalikan datang dari kota Naples, usai beredar berita kalau klub sudah melego striker andalannya tersebut para tifosi setia Partenopei murka dan lekukan protes kepada klub, berbagai bentuk boikotpun diperlihatkan dari membakar kaos bernama Higuain, membuang ke jamban dan membakar foro Gonzalo Higuain yang dianggap berkhianat.

Maradona sebagai salah satu legenda pesepakbola sesama pendatang dari Argentina ikut berkomentar, dirinya yang pernah memiliki masa lalu bermain untuk Napoli dan ikut mengantarkan 2 trophy scudetto, 1 Piala UEFA dieranya dahulu merasa ikut bersedih untuk klub yang pernah dibelanya dulu.

“Memang saat ini Sepakbola sudah menjadi komoditas bisnis dimana tidak ada lagi nalar untuk mempertahankan nilai seninya, bukan lagi harga diri klub yang menjadi taruhan tetapi uang dan bisnis diatas segalanya, saya bersedih dengan apa yang diputuskan pihak managemen klub, walau itu hak mereka tapi perlu dipertanyakan apakah gengsi klub bukan lagi diatas segalanya?” tutur legenda hidup sepakbola Maradona.



Gianluigi Buffon tidak heran jikalau Atletico Madrid juarai Liga Champions nanti

Gianluigi-Buffon

soccerwires.com – Final Liga Champions akan menjadi laga final teramat penting bagi Atletico Madrid untuk dimenangkan, tercatat dalam sejarah perjalanan klub selama ini mereka belum pernah meraih sukses diajang Liga Champions, dua kali mereka lolos menjadi finalis akan tetapi dua kali juga mereka gagal, kali ini adalah kesempatan ketiga yang diperkirakan akan menjadi pertaruhan segalanya bagi Diego Simeone dan reputasinya.

Bertempat di kota Milan di Stadium San Siro pertandingan akan mengambil tempat tertanggal dini hari 28 mei 2016 sepuluh hari mendatang, sudah tentu Real Madrid sebagai lawan mereka akan lebih diunggulkan untuk keluar sebagai juara namun disaat semangat dan keinginan yang membara berbicara keadaan akan menjadi lain.

Dua kali kegagalan Atletico Madrid dikancah final Liga Champions adalah ketika ditahun 1974, saat itu ajang kompetisi masih bertajuk European Cup dan dilaga final mereka ditumbangkan wakil dari Bundesliga Bayern Munchen, dilaga pertama hasil imbang 1-1 didapat kemudian Atletico Madrid harus menyerah dilaga ulangan saat itu dengan score telak 4-0.

Final kedua terjadi dua musim silam ketika ditahun 2014 dimana mereka saat itu juga dihadapkan dengan rival sekota seperti yang akan terjadi dimusim ini, kegagalan kedua kali sedikit dirasakan menyakitkan, mereka yang terlebih dahulu memimpin kemenangan dengan hasil 1-0 harus jalankan perpanjangan waktu kala goal penyeimbang terjadi didetik-detik akhir bubaran, jalankan masa 2×15 menit 3 goal bersarang digawang mereka hasil 4-1 hempaskan asa Los Colchoneros.

Sebagai kiper senior Gianluigi Buffon yang pernah menjajal kedua tim yang akan berlaga ini turut berkomentar, dikatakannya semua akan setuju kalau Real Madrid diprediksikan berada diatas angin dengan seisi pasukannya yang rata-rata adalah pemain dunia, tapi dia melihat untuk kali ini Atletico Madrid tidak kalah berpeluang untuk menyabet sukses dan tak bisa diremehkan.

“Hadapi Real Madrid yang memiliki mental juara disegala ajang adalah pekerjaan sulit, sudah pasti semua akan meramalkan kalau Real Madrid kembali akan menjuarai Liga Champion dipertemuan kali ini, namun saya memandang baik semangat juang anak-anak Diego Simeone yang kini memiliki kesempatan untuk mengoreksi kegagalan mereka dua musim silam” tutur kiper inti Juventus itu.

Sebagai sosok yang pernah menghadapi gempuran kedua tim ini Buffon menggambarkan Real Madrid sebagai tim yang sangat berbahaya dengan trio BBC nya, sedangkan untuk Atletico Madrid Buffon katakan kalau mereka adalah tim yang sangat kokoh dan sangat sulit untuk ditumbangkan, bahkan tim sehebat Bayern Munchen dan juga Barcelona sudah pernah menjadi korban dari strategi Diego Simeone.

“Jelas Real Madrid akan menjadi favorite juara dilaga final ini, tapi sejujurnya saya katakan jika saja tidak akan heran nantinya apabila Diego Simeone dan serdadunya yang akan menggondol trophy kemenangan, dua musim silam mereka gagal lebih karena faktor keberuntungan tapi kali ini saya melihat mereka akan berbicara lain, mereka akan perlihatkan taji dan El Real sepertinya akan kesulitan” Buffon menyimpulkan.



a Galliani Kecewa Dengan Penampilan Milan

galliani

soccerwires.com – Kompetisi Serie A akan segera berakhir dalam dua bulan mendatang dan hingga kini salah satu klub terbesar di Italia, AC Milan masih belum mampu untuk memperlihatkan pemainan yang konsisten sehingga membuat peluang mereka untuk mendapatkan satu tiket ke panggung Eropa terasa sangat sulit didapatkan. Apa yang diperlihatkan oleh Rossoneri tentunya membuat petinggi klub, Adriano Galliani merasa sangat kecewa dan ia sendiri hingga kini masih belum bisa menemukan dengan jelas masalah yang dialami oleh klubnya.

Beberapa perbaikan sebenarnya telah dilakukan oleh pihak manajemen yakni dengan suntikan dana segar guna mendapatkan pemain baru namun masalah tersebut terlihat masih kurang efektif dan tidak mampu membawa Milan bersaing di papan atas.

Adriano Galliani dalam wawancaranya bersama media menyatakan bahwa saya telah melakukan analisis mengenai perjalanan klub pada musim ini namun saya sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi kepada para pemain setelah memasuki paruh musim kedua.

Kami mampu mengalahkan beberapa tim besar namun disaat yang bersamaan saat melawan tim papan bawah kami kehilangan konsentrasi dan gagal memenangkan pertandingan. Saya sendiri sudah melakukan pembicaraan dengan pelatih Sinisa Mihajlovic namun ia tidak bisa memberikan alasan yang jelas terhadap performa tim ini.

Apa yang diperlihatkan oleh Milan setelah libur pertandingan Internasional memang mengecewakan karena dalam lima pertandingan mereka hanya mampu mendapatkan satu angka, hal ini membuat target untuk bermain di Liga Champions kini harus dilupakan. Perbaikan besar agen sbobet indonesia jelas harus kembali dilakukan oleh pihak manajemen klub dan pada musim mendatang posisi tiga besar merupakan suatu hal yang tidak boleh ditawar lagi.

Posisi dari pelatih Sinisa Mihajlovic kini masih belum bisa dipastikan dengan jelas meskipun ia mendapatkan dukungan penuh dari para pemain namun klub akan melakukan evaluasi setelah musim kompetisi berakhir dan kemungkinan posisinya digantikan oleh nama lain bisa dikatakan cukup besar.



a Partenopei Tidak Keberatan Jual Higuain Ke Manchester Merah, Asalkan?

gonzalo-higuain-napoli-lazio-serie-a-20092015_19mhj37bmldu9zazw3qhkb0l0

soccerwires.com – Klub elite Serie-A yang saat ini tengah bersaing ketat dengan Juventus dalam urusan memperebutkan gelar scudetto di musim kompetisi 2015-2016, Napoli dikabarkan tidak keberatan untuk menjual Gonzalo Higuain yang merupakan penyerang andalannya ke salah satu klub raksasa peserta kompetisi Premier League, yakni Manchester United.

Sebagaimana diwartakan Tribal Football, Rabu 23 Maret 2016, klub asal kota Industri Negeri Ratu Elizabeth tersebut mesti membayar klausul penjualan penyerang Tim Nasional Argentina itu yang menyentuh angka 95 juta euro kepada pihak manajemen Partenopei.

Pada beberapa pekan ke belakang, muncul spekulasi yang menuturkan bahwa Setan Merah kepincut dengan penampilan yang ditunjukkan oleh pemain berjuluk El Pipita tersebut. Bahkan terdapat rumor yang menuturkan bahwa United telah menemui kata deal secara pribadi dengan si pemain yang bersangkutan itu.

Sebenarnya hal yang sangat normal jika Manchester Merah tertarik menggunakan jasa Higuain. Mengapa dapat dikatakan demikian? Ya, bersama klub raksasa Serie-A yang bermarkas di Stadio San Paolo tersebut di sepanjang perhelatan musim 2015-2016 ini saja, mantan penyerang Real Madrid itu bermain begitu mengesankan dengan bukti nyata sumbangan 29 gol dalam 30 pertandingan di liga domestik.

Bahkan jumlah gol yang ditorehkan oleh Higuain di ajang Serie-A agen casino online tercatat jauh lebih banyak daripada raihan tiga penyerang klub berjuluk The Red Devils tersebut, sebut saja Wayne Rooney, Anthony Martial, dan Marcus Rashford di kompetisi Premeir League. Sejauh ini trio sosok tersebut hanya mampu menghasilkan 17 gol saja di liga domestik.

Dengan rincian Martial tujuh gol, Rooney tujuh gol, dan Rashford tiga gol sejauh musim ini berlangsung. Sebab itulah, untuk menambah pundi-pundi gol pada periode 2016-2017 mendatang, kedatangan pemain pemilik nama lengkap Gonzalo Gerardo Higuain akan sangat diperlukan oleh klub peraih 20 trofi Premier League tersebut. Terlebih, United muism depan besar kemungkinan akan diarsiteki oleh Jose Mourinho yang kabarnya juga terpesona dengan penampilan yang diperlihatkan oleh pemain jebolan akademi sepakbola River Plate itu.



Hernanes Berharap Juve Dapat Merebut Scudetto

1SeLFI5

soccerwires.com – Dengan penampilan yang begitu oke dalam akhir pekan ini, dimana Juve tengah berada di posisi terdepan demi merebut gelar Scudetto. Kendati demikian, Vecchia Signora diberi tugas untuk lebih optmis dalam mengakhiri pertandingan tersisa di kompetisi Serie A musim panas nanti. Juventus saat ini telah mengakhiri awal derby yang buruk bersama pelatih Massimiliano Allegri.

Mereka dicatatkan sudah mencakup 19 kali kemenangan dari 20 kali pertandingan terakhir di kompetisi Liga Italia akhir musim ini. Untaian point tersebut justru mengantar mereka menduduki puncak klasemen sementara dengan mengantongi 70 angka dalam 30 kali laga yang sudah dijalani. Keyakinan dalam meraih gelar Scudetto pun diakui oleh gelandang Signora yakni Hernanes di media Liga Italia.

Sejauh ini, Napoli merupakan salah satu klub yang berdekatan dengan Juventus FC di klasemen Serie A. Tim Partenopei ini hanya berbeda tiga angka dari tim Vecchia
Signora yang masih bertengger diurutan kedua.

Kedua klub tersebut akan saling memberikan ancaman yang cukup sengit dalam merebut gelar Serie A di pertengahan bulan nanti. Informasi yang dikabarkan bahwa Allegri sudah mempersiapkan beberapa pemain yang top untuk melaksanakan pertandingan di pekan depan nanti. ” Saya berharap walau ini dapat diakhiri dengan sebuah kejutan. Oleh karena itu, saya akan menyusun apa yang saya bisa lakukan untuk sebuah klub “, Ujarnya di situs resmi klub.

Pemain yang berposisi di barisan lini tengah Juventus yaitu Hernanes juga memberikan penilaian yang sama. Dia juga mengakui bahwa pertandingan kedepannya akan terasa berat untuk diakhiri besutan Allegri. Meskipun ada beberapa laga yang tersisa di kompetisi Serie A nantinya, dimana Hernanes percaya dengan penampilan rekan setimnya di lapangan garis hijau.

Sebelum mengawali derby tersisa itu, Juventus mendapatkan tugas untuk bisa menunjukkan ketajaman diri yang sebenarnya di arena pertandingan hingga bulan Juni mendatang. Karena disisi lain, ini sangat penting untuk sebuah tim yang sudah bersusah payah di peringkat teratas.

” Kami sudah mengakhiri persaingan yang cukup bagus di Serie A meskipun awal kompetisi kami tidak begitu oke. Ini menandakan kami dapat melakoni laga berikutnya dengan status kesuksesan. Tinggal menunggu waktu untuk membuktikan ini semua “, Pungkas Hernanes di siaran JTV yang diinput oleh Football Italia. Disamping itu, Allegri memutuskan terkait soal pemain yang akan dimainkannya, diantaranya ialah Mario Mandzukic, Roberto Pereyra dan Mattia Vitale.



a Pilar Juve Ini Bangga Diindeks Sebagai Penerus La Pulga

Juventus FC v AC Milan - Serie A

soccerwires.com – Baru-baru ini sanjungan pun dilayangkan oleh megabintang Barcelona, Lionel Messi untuk ditujukan kepada calon penggantinya di Tim Nasional Argentina, yakni Paulo Dybala. Mengetahui hal tersebut, penyerang muda milik klub kebesaran Juventus itu pun menuturkan bahwa dirinya benar-benar begitu bangga dan merasa sangat terhormat dapat menuai sanjungan dari sosok superstar sepakbola Tim Tango dan dunia itu.

Pesepakbola pemilik nama lengkap Lionel Andres Messi itu menjadikan rekan senegara yang merupakan juniornya itu sebagai pemain yang pantas untuk menjalankan perannya di masa yang akan datang ketika nantinya ia memutuskan untuk menyudahi karier sepakbola profesionalnya bersama Tim Nasional Argentina. Perihal tersebut pun cukup beralasan dengan menyusul penampilan mengesankan yang ditunjukkan oleh Dybala bersama klub yang bermarkas di Juventus Stadium tersebut setelah memutuskan untuk hengkang dari Palermo pada musim panas 2015 lalu.

“Mempunyai pemain pujaan seperti sosok Messi dan mengetahui bahwa ia mengungkapkan hal tersebut (Dybala layak menjadi suksesornya di Tim Nasional Argentina) adalah sebuah hal yang benar-benar membuat saya merasa sangat bangga. Saya akan selalu memberikan yang terbaik ketika berada di atas lapangan baik itu bersama Timnas maupun bersama klub dan saya tidak akan berhenti untuk melanjutkan hal tersebut,” ungkap Dybala.

“Saat saya mendapat panggilan dari pelatih untuk menjadi bagian dari skuad Tim Nasional Argentina, ia (Lionel Messi) tengah berurusan dengan cedera sehingga membuat kami tidak dapat berada dalam satu lapangan dengan status rekan. Kini semuanya berjalan dengan begitu mulus.

Saya mempunyai kesempatan untuk bermain bareng dengan Messi dan itu merupakan hal yang sangat luar biasa, yang mana tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya,” tutup pesepakbola berusia 22 tahun itu.

Bukan hal yang mengejutkan apabila pemain pemilik nama lengkap agen sbobet casino Paulo Bruno Exequiel Dybala itu merasa benar-benar begitu bangga dengan sanjungan yang dilayangkan oleh seniornya itu. Bagaimana tidak, pemilik julukan La Pulga itu memang telah menjadi sosok krusial untuk Tim Tango.

Bahkan pada gelaran sepakbola terakbar Piala Dunia 2014 lalu, pemain yang bakal menjadi legenda Barca di suatu saat nanti itu berhasil membawa Timnas Argentina menembus partai pamungkas, kendati sayangnya gagal menjadi yang terbaik setelah takluk di tangan Tim Nasional Jerman.



a Ditahan Imbang, Napoli Tertinggal Poin 3 dari Juventus

a.espncdn.com

soccerwires.com – Napoli gagal untuk mengejar ketinggalannya atas Juventus yang sedang memimpin klasemen sementara Liga Italia. Hasil imbang kontra Fiorentina pada 29 Februari 2016, selasa dini hari. Skuad Il Partenopei menjadi lebih jauh dari upaya untuk mengejar Il Bianconeri.

Napoli dan Fiorentina berbagi angka masing-masing 1-1 pada pertandingan lanjutan Serie A yang berlangsung di Artemio Franchi Stadium tersebut. Gol yang diciptakan oleh Marco Alonso di menit yang ke-6, sukses dibalas oleh Gonzalo Higuain cuma dalam tempo waktu lebih kurang semenit. Alonso membawa skuad Il Viola unggul terlebih dahulu seusai sundulannya ke dalam gawang nan gagal diantisipasi oleh kiper Pepe Reina. Akan tetapi, keunggulan tersebut cuma bertahan sekitar satu menit.

Kesalahan pemain asal Spanyol tersebut dalam membuangkan bola justru langsung membuat Higuain dengan cara yang leluasa untuk membalas dan mencetak gol ke dalam gawang Fiorentina. Higuain tampaknya sangat emosional ketika melakukan selebrasi golnya seusai produktivitasnya mandek pada 3 pekan ini.

Menurut catatan dari Whoscored, tuan rumah mampu tampil dengan lebih mendominasi pada penguasaan bola hingga 52 persen ketimbang dengan tim tamu 48 persen. Fiorentina juga menjadi superior pada jumlah tendangan. Mereka hanya melepaskan 1 tendangan akurat dari 12 kali percobaan. Adapun Napoli mampu melakukan 5 tembakan akurat dari enam kali usaha.

Hasil imbang yang berlangsung di markas Fiorentina ini juga membuat Napoli ketika ini tertinggal poin 3 atas Juventus. Berada pada peringkat kedua, mereka telah mengumpulkan poin 58 dari 27 kali pertandingan. Kemudian itu, Fiorentina dan AS Roma nan berada di peringkat ketiga dan keempat dengan raihan masing-masing 53 poin. Mereka unggul dari 2 klub asal kota Mode, yakni Inter Milan 48 poin, serta AC Milan 47 poin.

Pada laga yang lain di hari nan sama, Lazio harus menelan kekalahan 0-2 dari Sassuolo FC. Dua gol kemenangan tim tamu tersebut diciptakan Domenico Berardi melewati aksi tendangan titik putih di menit yang ke-41, serta Gregoire Defrel di menit yang ke-67. Sassuolo ketika ini menduduki peringkat ke-7 dengan total raihan poin 47, atau unggul poin 4 atas Lazio.

Read more : cmibet.com




top